Konsep dan Opini Pagi: Psikologi Prasangka Orang Indonesia

Jumat ( 13 April 2018 ) STIA LAN Makassar kembali mengadakan bedah buku Psikologi Sosial berjudul Psikologi Prasangka Orang Indonesia yang ditulis oleh Bapak Psikologi Sosial Indonesia Prof. Sarlito Wirawan, bersama Insyirah sebagai Pemantik diskusi yang merupakan Analis Kepegawaian dan Bachtiar Rezkiawan Narwis sebagai moderator yang merupakan Kasubag TU dan RT STIA LAN Makassar.

Acara ini berlangsung di ruang Cafetaria Lt 1 STIA LAN Makassar. Dalam bedah buku kali ini, Insyirah sebagai pemantik diskusi menjelaskan berprasangka tidaklah selalu berdampak negatif. Kadang-kadang kita perlu berprasangka untuk menjaga diri sendiri, misalnya terhadap ancaman orang jahat atau orang yang berniat kurang baik terhadap diri kita. Contohnya, kalau di perempatan jalan tiba-tiba kita didekati oleh seseorang yang berpakaian lusuh, bertato dan berwajah menyeramkan, biasanya kita berprasangka bahwa orang itu akan merampok dan kita pun segera menghindar.

Masalahnya, adakalanya bahkan sering kali, orang berprasangka negatif secara berlebihan sehingga tidak rasional lagi dan akhirnya membuat keputusan yang keliru. Orang Indonesia akhir-akhir ini sering dianggap semakin berprasangka negatif terhadap apapun, di berbagai sektor kehidupan, seperti antara suami-istri yang saling beprasangka pada anak dan sebaliknya, antar elit politik dan tokoh agama yang juga saling berprasangka demikian pula kaum pekerja terhadap pimpinan perusahaannya dan sebaliknya dan sebagainya. Celakanya prasangka ini sering kali berujung pada tindakan emosional yang sangat merugikan.

Buku ini sangat membantu kita untuk bisa lebih memahami berbagai konflik prasangka yang muncul dalam keseharian dari berbagai sudut pandang sehingga dapat menemukan solusi yang paling efektif guna mencegah dampak yang besar. Dengan demikian, kesadaran menjaga Indonesia untuk terus bersatu dapat muncul dari seluruh lapisan masyarakat. Secara keseluruhan, bahasan buku ini terdiri atas empat bagian, yaitu berkenalan dengan prasangka, kekuatan yang mendorong terbentuknya prasangka, dampak prasangka, serta upaya mereduksi prasangka.